dibuang sayang

postingan kali ini sedikit banyak  mewakili sisi jiwa saya yang lain. selain penikmat musik saya juga adalah penikmat puisi dan sajak, lewat media twitter saya coba menulis entah sajak atau puisi pendek melalui 140 karakter. dibawah ini adalah sebagian entah sajak ataupun puisi yang ada di akun twitter saya. jadi tulisan ini akan saya gunakan untuk  menyimpan sajak atau puisi amatiran yang telah saya tulis dan ada beberapa puisi dari teman-teman twitter saya untuk di share di postingan ini.🙂 . dan untuk kedepannya saya akan lebih giat lagi belajar untuk memperdalam seni mengolah kata ini.  selamat menikmati. pamit.

~ jika kau yang bernama kesedihan. aku ingin menjadi air matamu yang menemani disaat rapuhmu.

~ #rinduadalah ibarat kehausan dipadang tandus. dan kita ngeliat jelas ada kolam air fatamorgana. tapi kita ga bisa minumnya.

~ #rinduadalah saat kamu sendirian dinner di restoran romantis. mengenang saat makan bareng dia dimeja yg sama. (via @om_rahman)

~ #rinduadalah saat cuaca mendung dan sendirian dikamar sambil ngedengerin mp3 kesukaan dia.

~ #rinduadalah ketika kita dipisahkan oleh satu kata bernama “jarak”. (via @VyArthalia)

~ #rinduadalah pas kebioskop keduduk disofa yg sama wkt doi nembak gue. ( via @anggunumar)

~ #rinduadalah Diriku dan segala sesuatu tentangmu, walau kau tak lagi di sana. (via @kekasihpuisi)

~ #rinduadalah waktu ketoko buku, ngeliat buku yg dibaca sm2, ditempat yg sama, waktu yg sama. (via @anggunumar)

~ #rinduadalah waktu berantem sama dia dan ngerasa semua pengendara vixion itu dia. (via @unDyt)

~ #rinduadalah ketika tangan yang biasa dipegang, harus hilang sementara. (via @dwiiAnita)

~ #rinduadalah saat mata terpejam. ada kamu disitu menari-nari didalam pikiranku.

~ #Akuseperti mimpi. yang datang dan hinggap dalam tidurmu. saat engkau memikirkan aku.

~ #Akuseperti puisi. yang keluar dari mulut seorang pujangga. yang tiap barisan prosanya adalah kamu.

~ #dearhujan aku tulis surat rindu ditiap rintikmu. sampaikan padanya. yang kini telah menunggu.

~ #dearhujan aku tulis surat cinta ditiap rintikmu. berharap kau membawanya dan membacakannya tepat disamping jendela kamarnya.

~ jika cintamu adalah mataku. maka aku adalah suara. pemberi riuh dalam sepimu.

~ jika cintamu adalah mataku. maka aku adalah pelita, penerang dalam gelapmu.

~ jika cintamu adalah mataku. maka aku adalah air matamu, yg setia menemani dalam rapuhmu.

~ jika cintamu adalah panasnya matahari. maka aku rela berjemur hingga legam. dan tak ingin beranjak karenanya.

~ jika mencintaimu adalah racun. maka aku rela menenggaknya hingga habis. dan tak ingin hidup lagi karenanya.

~ jika cintamu adalah belati. maka aku rela tubuh ini kau tusuk berulang kali. dan tak ingin sembuh karenanya.

~ jika mencintaimu adalah luka. maka aku rela memenuhi tubuhku dengan luka. dan tak ingin sembuh karenanya.

~ jika mencintaimu adalah kesalahan. biarkan aku yang bersalah. karena cintamu padaku tak pernah salah.

~ jika kau cinta katakan cinta. jika kau rindu katakan rindu. dan jika kau malu… sama. begitu pun aku.

~ benci adalah saat aku menunggumu di timeline-ku. tak ada nama kamu disitu.

~ benci adalah saat aku harus menebak-nebak jalan pikiranmu. apakah ada aku disitu.

~ benci adalah saat aku harus menahan kata-kata yang tercekat di tenggorokanku. setiap menatap matamu.

~ benci adalah saat duduk berdua dekat denganmu. tapi hati terasa jauh.

~ @opiew adalah kamu yg mengukir aksara ttg rindu,yg pada tiap baitnya tak pernah kutemukan namaku,aku membacanya sendu, tanpa pernah kamu tahu.

~ @kekasihpuisi malam syahdu,linimasa tenggelam oleh galau rindu. Tak terkecuali hatiku,yang sadar hanya bisa memimpikanmu.

~ @kekasihpuisi tersesat dalam rimba fikirmu, aku butuh suluh. Agar dapat kurambasi segala benalu yang lumpuhkan tari anganmu.

~ @kekasihpuisi berseteru dengan angin yang meniup ombak menghapus jejakmu. Aku hilang arah.

~ @kekasihpuisi kusapa dirimu dalam secangkir pagi yang hangat. Kepulannya kecup hidungmu. Wangi.Setiap sesapnya bawa mata tatap cakrawala.Lepas.

~ @kekasihpuisi Balada hati melantunkan sepi. Di sini malam memeluk raga dan angan bertahta bulan. Kemana sauh kan dikayuh, tetap saja temaram meraja mimpi.

~ cinta seperti apa yang kau punya? ah seharusnya tak perlu kau tanyakan itu kepadaku. lihat saja mataku.

~ cinta apa yang ku punya? ah aku tak perlu cinta, ikuti langkah kakiku. ditiap jejaknya ada nama kamu disitu.

~ cinta apa yang ku punya?  ah tak perlu aku cinta. cukup kau resapi saja apa arti dari mataku. ada kamu disitu.

~ kau tahu mengapa tuhan menciptakan waktu? agar kau tahu bahwa hidup tak berhenti sampai disini. seperti cintaku.

~ kau tahu mengapa tuhan menciptakan kesedihan? agar kau tahu bahwa ada tanganku, menyeka air matamu.

~ kau tahu mengapa tuhan menciptakan bulan? agar kau tahu selalu ada terang di gelapnya malam. seperti aku.

~ kau tahu mengapa tuhan menciptakan air mata? agar kau tahu bahwa ada kebahagiaan sesudahnya. aku.

~ kau tahu mengapa tuhan menciptakan malam? agar kau tahu bahwa masih ada esok pagi yg menantimu. aku.

~ kau tau apa yg kusukai di pagi hari ini? mendengarkan udara yg bercerita tentang kita di sela semilirnya yg kuhirup.

~ otakku? silahkan kau buka saja isi kepalaku. tak hentinya-hentinya aku memikirkan tentang kamu.

~ kau tau mengapa langit malam ini begitu mendung? ya,semenjak hatiku kutanggalkan dan kutitipkan pada malaikat penjaga langit.

~ bintang itu kamu. semenjak kau sepakat terbang kelangit dan menaruh hatimu di atas sana.

~ RINDU. aku patahkan sayapku. khianati surgaku. menapaki bumi. sekedar menemuimu.

~ ASMARA. kata mereka aku gila. menari-nari tanpa musik. bernyanyi tanpa nada. semenjak kau ucapkan kata. cinta.

~ hujan ini rindu. yang disetiap tetesnya selalu menyebut-nyebut namamu.

~ pelangi sore ini adalah aku. memberi warna dalam hatimu. hingga kau benar lupa akan rindumu. padaku.

~ hujan ini adalah rinduku. yg kukirimkan agar dapat membuatmu merasakan aku dalam setiap rintiknya.

~ kucantumkan namaku pada setiap jalan yang kulalui. agar jika kau lewati. dapat kau rasakan ada rindu. disetiap jengkal jejakku.

~ kusisakan rindu yang perlahan mengalir lewat anyir bau hujan yang masih menjejak bersisa. hiruplah perlahan. itu rinduku.

~ dan tak perlu aku memasang gambar gambar dirimu di wallpaper hapeku. hatiku saja sudah dipenuhi akan gambar-gambar tentang kamu.

~ rindu itu seperti udara yang kau hirup. tanpanya kau tak akan bisa hidup…

~ kali ini tak akan kupetik bintang. ku ambil bulan, tuk temani tidurmu. bawa saja hatiku. yang telah penuh akan rajutan rindu.

9 comments
  1. Oke… thanks ya Om udah dimuat.. hehehe..
    Semakin semangat dalam berkarya ^o^

  2. Sya said:

    Duh, lagi jatuh cinta ya?

  3. hahahahaha… iya kayaknya ada yang lagi jatuh cinta tuh hihihi

  4. Sya said:

    Mas, twitternya udah saya folbek ya. Ditunggu postingan terbarunya🙂

  5. bagus …. tapi mestinya puisi macam ini pantas saya nikmati 9 tahun yg lalu hihihi ….abg sekali

    ahh jadi rindu saya🙂

  6. ada uang abang sayang….
    ga ada uang abang ku tendang…

    uumm…
    itu sajak bukan yah??

  7. veera said:

    Hehe.
    Seru mbacanya.
    Melulu cinta, khas remaja.
    Besok aku mo bikin postingan “lagi gombal”
    wk.

    oya, itu link saiia di bloglist belum terpasang ato dihapus yak?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: