Pudar

Manisku,
untuk segala yang datang
semua akan hanyut dan hilang.
Katakanlah dari hulu-hulu mana
mengalir wajah bak kembang,
karena seperti manisnya madu
manisnya tinggal kenang.

Tapi, di hilir hatiku
engkau tetap punya tempat
bak alang-alang yang tumbuh semakin lebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: